2012/10/10

A Sweeter Song

Aku teringat sebuah bagian yang aku baca dari buku "When God Writes Your Love Story - Eric & Leslie Ludy". Di Bab 2 buku ini, Eric Ludy menceritakan salah satu pengalamannya melalui sebuah legenda.
-------------------------------------------------------------
  A Sweet Song Beckons
   Based on Homer's Odyssey)

  Captain Ulysses nampang sebagai seorang figur yang sangat kuat ketika ia berdiri di atas dek kapalnya yang besar. Pancaran sinar matahari sore memantul ketika ia mengemudikan kapalnya dengan penuh keanggunan dan martabat, terlihat begitu hebat!
"Luruskan laju kapal!" teriak Ulysses, memberikan perintah.
Setelah ia memberikan perintah, sang Kapten mengalihkan pandangannya ke sebuah daratan ang terlihat. Entah apakah itu bunyi dari burung camar ataukah bunyi ombak yang mengalihkan konsentrasi Ulysses dari apa yang dihadapi. Aroma petualangan terasa dan tepat seperti yang Ulysses sukai. Namun tiba-tiba suara ketakutan terdengar, mengalihkan perhatiannya.
"Kapten!"
Pemimpin itu langsung mengalihkan pandangannya dan menemukan sang Pelaut yang ketakutan, ia melihat matanya dipenuhi oleh keraguan bercampur ketakutan.
"Kapten!" Pelaut itu berteriak kembali, seluruh wajahnya dipenuhi ketakutan yang teramat sangat.
"Tenanglah!" perintah Ulysses. "Tarik nafas dalam-dalam dan katakan kepadaku ada apa."
Seluruh kru mendengar dan ikut berkumpul untuk mendengarkan pembicaraan yang nampaknya sangat penting itu.
"Uh.. kita... uh.." ia tergagap.
Ulysses mencengkram kerah bajunya, menariknya mendekat, "Ayo katakan. Kalau kau menganggap nyawamu berharga, katakan!"
Drama semakin memuncak ketika salah seorang temannya yang lain mengarahkan telunjuknya dan berkata, "Ada Siren, Pak!"
Wajah Ulysses seketika menegang dan ia menghela napas. Putri Duyung Sirens ada di depan mereka, siap untuk menyanyi dengan suara merdu mereka yang sangat memikat dan mampu menyihir para pelaut untuk mengubah haluan mereka mendekati batu-batu yang besar. Suara nyanyian Sirens itu sangatlah manis dan merdu, sangat memikat dan tidak ada pria normal yang dapat menolak godaan itu. Ulysses harus bertindak cepat--ketika akal sehatnya masih ada.
"Iblis-iblis itu tidak akan bisa mendapatkan kita!" ia berteriak kepada Kru nya yang sudah ketakutan. "Benar sekali! Alunan yang memabukkan itu tidak akan mempengaruhi kita. Tidak akan ada kehancuran kapal bagi kapal kita!"
Namun sekalipun Ulysses telah berusaha mengontrol suara yang begitu mempesona itu, ia merasakan akal sehatnya semakin memudar. Ia mulai tertarik untuk mendengarkan meski hanya sedikit saja alunan suara Sirens yang begitu legendaris itu.
Mungkin kita bisa berputar sedikit dari bebatuan itu, otaknya mulai beralasan. Lalu ia memarahi dirinya sendiri, TIDAK! Alunan musik Sirens telah melakukan hal ini kepada semua Kapten yang lewat. Mereka semua berpikir bahwa mereka dapat mengendalikannya, tetapi pada akhirnya mereka kehilangan akal sehat mereka dan mengikuti suara yang indah itu sampai akhirnya mereka mati menabrak bebatuan, sementara monster-monster itu mengejek mereka dari atas. TIDAK!
Ulysses langsung lari ke bawah supaya semua Kru nya dapat mendengar.
"Kita semua hanyalah pria biasa, tidak akan mampu mengontrol dan menghindari alunan suara Sirens yang begitu menjanjikan kita dengan cinta yang manis. Mereka telah menghancurkan setiap kapal sebelum kita dengan nyanyian mereka, dan setiap kali kapal-kapal itu selalu akan hancur menabrak batu besar tempat dimana Sirens itu duduk. Tapi tidak kali ini, teman-teman. Kita tidak akan jatuh dalam buaian godaan mereka, bahkan, kita tidak akan membiarkan diri kita untuk digoda!"
"Aku mau setiap Pelaut mengambil lilin tawon lebah ini dan mengenakannya pada telinga kalian sehingga kalian tidak bisa mendengar apapun. Dan ikat aku di tiang kapal!"
Semua Kru saling memandang dalam kebingungan.
"Kalian dengar perintahku?" ia berteriak kembali. "Ikat aku di tiang kapal! Ikat aku kuat-kuat!"
Matahari semakin menyengat ketika semua Kru buru-buru melakukan perintah Ulysses. Dan tidak lama kemudian setelah mereka selesai memakaikan lilin tawon lebah ke telinga mereka, nyanyian lagu-lagu indah, penuh cinta ang memikat dari Sirens terdengar di udara. Nyanyian Sirens, dalam segala gairah dan keajaibannya, seperti menyambut kapal yang lewat seperti api yang hangat menyambut tangan yang dingin di musim salju yang dingin.
Semua Kru tidak tahu, kecuali Ulysses yang ketika terikat di tiang kapal, telinganya tidak tertutupi oleh lilin tawon lebah. Darah naik ke kepalanya dalam gairah. "Lepaskan aku!" ia berteriak. "Kumohon lepaskan aku! Aku perintahkan kau, lepaskan tali ini! Kumohon, kumohon..."
Namun semua Kru tidak dapat mendengarnya dan telah diperintahkan untuk tidak membaca bibirnya. Nyanyian itu terdengar semakin keras dan semakin indah, dan Ulysses mulai berteriak-teriak seperti orang gila supaya ada seseorang yang dapat mendengar perintahnya dan mengendalikan kapal mendekati suara yang indah itu, suara yang penuh dengan gairah itu. Mereka melewati berbagai hewan-hewan laut dan melintasi bebatuan tempat Sirens itu duduk dan akhirnya suara mereka pun tidak lagi terdengar.
Ulysses yang begitu kelelahan, wajahnya benar-benar memerah, akhirnya dilepaskan dari talinya.
"Kenapa?" ia bersuara dengan sisa-sisa kekuatannya, "Kenapa sepertinya hal yang paling aku inginkan dalam hidup ini membawaku kepada kehancuran? Kenapa aku harus dihindarkan dari sesuatu yang terasa begitu indah? Tiang kapal inilah penyelamatku dari suara yang manis dan menggoda namun mematikan itu!"
-------------------------------------------------------------

Di kisah ini, Eric Ludy menceritakan pengalamannya. Dan inilah pengalamanku.
Menjadi seorang wanita dalam penantian, tidak berarti masa laluku benar-benar sempurna dan tidak ada yang mampu menarik perhatianku. Sesungguhnya, justru ada banyak pria yang dulu begitu menarik perhatianku. Membuatku begitu tertarik untuk melajukan setirku, dari batu yang satu ke batu yang lain. Seakan semua hal itu begitu menarik, begitu indah dan aku terbawa sendiri oleh setiap anganku.

Namun, selama ini, Tuhan-lah yang menjadi "tiang kapal" yang menjaga aku dari melajukan setirku ke arah sana. Bertahun-tahun, aku seperti Ulysses yang terikat di tiang kapal ini, mati-matian berteriak untuk minta dilepaskan dan ingin menghampiri sendiri suara-suara yang terdengar begitu indah itu. 

Hingga satu hari, Ia juga yang membuatku mengerti sebuah nyanyian yang lebih indah. Dan sejak itulah, Ia melonggarkan tali itu bagiku namun Ia tahu, aku memang akan menjaganya dengan Dia. Seperti kisah perbandingan yang ada ini.
-------------------------------------------------------------
The Sweeter Song

Tidak jauh di belakang Ulysses dan Kru nya, datang juga kapal besar lainnya. Semua pelaut di kapal ini juga menyadari betapa berbahayanya suara Sirens dan batu tempat dimana mereka duduk.
"Kapten Orpheus," orang pertama berteriak, "Suara manis dari Sirens ada di depan."
Dengan pengumuman itu, semua Kru bersorak dan Orpheus tersenyum. Di seluruh kapal, semua pelaut mengeluarkan suara yang penuh dengan semangat. Singkatnya, Orpheus memainkan sebuah alat musik. Dan meskipun suara dari Sirens itu begitu indah dan menggoda, namun Orpheus memainkan musik bagi Kru nya, suara yang jauh lebih indah!
-------------------------------------------------------------

Sampai hari ini, aku merasakan bagaimana Ia yang menjagai dan mengontrol laju setirku, meski aku masih belum mengerti akan Ia bawa kemana ini semua. Mungkin aku mengerti, namun aku belum melihat semua gambaran besarnya secara keseluruhan. Masih ada masa-masa yang Ia inginkan untuk aku nantikan.

Ia yang membuatku mengerti, bahwa lebih dari pria manapun, Dia lah Mempelai Surgawi-ku. Lebih dari pria manapun dapat mencintai, memperhatikan, bersikap manis dan menyenangkanku, Dia lah yang paling memahami aku. Dan Dia, Raja-ku yang begitu mencintaiku, tentu tidak akan membiarkan aku bersama dengan seseorang yang sembarangan. Ia tentu akan mempercayakannya kepada seorang pria yang paling tepat, yang berasal dari Dia. :)

Demikianlah setiap anak-anakNya, begitu berharga bagi Dia. Sehingga Ia tidak akan sembarangan membiarkan kita bersama dengan seseorang.
Lebih indah dari yang bisa kita bayangkan :D
Dan ya, Ia akan membuktikan itu! Kamu akan melihatnya, ketika kamu telah bertemu dengan Dia. Seseorang yang jika dibandingkan dengan siapapun di dunia ini, dia lah yang paling cocok, paling pas dengan kamu. Seseorang yang meski tidaklah sempurna, namun dia lah yang bisa mengasah setiap apa yang ada di dalam dirimu menjadi lebih baik.

Dan akhirnya, sebagai penutup...
"Jika kamu memimpikan sesuatu yang begitu manis dan kekal, namun juga lelah terikat, Tuhan sangat menanti-nantikan dirimu untuk naik ke atas Kapal-NYA sehingga IA bisa memainkan musik yang lebih indah bagimu!" ;)

*Inspired from Book WHEN GOD WRITES YOUR LOVE STORY - Eric & Leslie Ludy

"Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia; semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia." -1 Kor 2:9

2012/10/06

Woman in Proverb 31 (Part 1)


"A capable, intelligent and virtuous woman-who is he who can find her? She is far more precious than jewel and her value is far above rubies or pearls." -Prov 31:10 AMPLIFIED BIBLE
"Seorang wanita yang cakap, pandai (berpendidikan) dan memiliki karakter ilahi-siapa ia yang dapat menemukannya? Ia jauh lebih berharga daripada batu permata dan nilainya jauh di atas batu delima atau mutiara."


Jika di dalam Alkitab bahasa Indonesia kita menemukan kata "cakap"--dalam versi Amplified Bible, wanita dalam Amsal 31 ini dijelaskan dalam 3 kriteria, yaitu capable, intelligent dan virtuous.

1. Capable
- Having the ability, fitness, or quality necessary to do or achieve a specified thing = memiliki kemampuan atau kualitas yang diperlukan untuk melakukan atau mencapai suatu hal tertentu
- Able to achieve efficiently whatever one has to do; competent = mampu untuk mencapai sesuatu dengan efisien apapun yang dilakukannya, kompeten

Seorang wanita yang mampu mengerjakan segala sesuatu yang menjadi bagiannya dengan baik.

2. Intelligent
Having or showing intelligence, esp. of a high level = memiliki atau menunjukkan intelligence yang tinggi, terutama dalam level yang sulit 
Intelligence memiliki arti "The ability to acquire and apply knowledge and skills = kemampuan untuk menggunakan atau menerapakan pengetahuan dan skill dengan baik"

Seorang wanita yang selain memiliki kemampuan atau skill yang baik, ia juga adalah seorang wanita yang pandai, memiliki pengetahuan yang luas dan berpendidikan.

Namun akhirnya, aku menemukan mengapa "Virtuous" ditulis terakhir, sebagai penjelasan disini. Sebab dari kedua penjelasan lainnya, inilah yang menjadi yang tertinggi dari semuanya--meski "Capable" dan "Intelligent" juga adalah kualitas yang sangat penting.

3. Virtuous
Having or showing high moral standards = memiliki atau menunjukkan standar moral yang tinggi
Kita pasti sering mendengar quotes : "Ability gets you to the top, CHARACTER keeps you there." - Kemampuan yang membawamu naik ke puncak, tetapi KARAKTER yang membuatmu tetap berada disana.

Banyak wanita yang sesungguhnya memiliki kepandaian dan daya ingat yang tinggi, mereka juga mampu melakukan multi-tasking (melakukan beberapa pekerjaan sekaligus), mereka mampu mengembangkan diri mereka sendiri di saat yang bersamaan mereka menjadi penolong bagi pasangan mereka, dan masih banyak kekuatan lain yang dimiliki oleh seorang wanita. Tetapi karakter--yaitu karakter ilahi, sangatlah penting!

Tanpa seorang wanita memiliki karakter ilahi, ia akan menjadi wanita yang sombong, perfeksionis, ambisius, tidak bisa menghargai orang lain, egois, dan lain-lain.

Aku teringat pembicaraanku dengan seorang Kakak, yang melihat sisi lain dari sebuah film "The Black Swan". Film ini menceritakan tentang seorang balerina muda yang sangat ingin membawakan peran utama dalam pertunjukan The Swan Lake, yaitu kisah tentang seorang wanita cantik yang diubah menjadi seekor angsa putih oleh penyihir yang jahat, karena ia jatuh cinta kepada Pangeran. Pada akhirnya, penyihir jahat ini menyamar dan menjadi angsa hitam. 

Dalam pertunjukan ini, seorang balerina diharapkan bisa memerankan Angsa Putih dan Angsa Hitam sekaligus. Dan itu bukanlah pekerjaan yang mudah, sebab Angsa Putih menggambarkan kemurnian, kebaikan, kelembutan dan lain-lain, sedangkan Angsa Hitam menggambarkan kelicikan, kejahatan dan lain-lain. 

Dan pemeran utama dalam film ini berusaha untuk terus mengubah dirinya, yang polos dan lembut, untuk bisa menjadi Angsa Hitam. Ia bermimpi untuk menjadi seorang balerina yang sukses. Namun sayangnya, mimpi itulah yang akhirnya malah menjadi obsesi, dan obsesi berujung pada gangguan jiwa.

Dalam obrolanku dengannya, ia mengingatkan aku, "Seharusnya impian diletakkan di kaki Tuhan." :)

Yap, demikianlah seorang wanita...
Ia boleh menjadi seorang wanita yang hebat dalam sekolah, kuliah, bisnis, karier dan lain-lain
Ia bisa menjadi seorang wanita yang multi-talented dan mampu mengerjakan banyak hal sekaligus
Ia bisa menjadi seorang wanita yang sangat pintar dan mampu membuat segala sesuatunya
Namun, jika ia adalah seorang wanita yang tidak bertumbuh, memiliki karakter Kristus...
Ia tidak hanya akan menghancurkan dirinya sendiri
Yang terburuk adalah ia juga akan menjadi wanita yang dapat mengacaukan segala sesuatunya! Karena ambisinya, keegoisannya, kesombongannya, keangkuhannya, emosionalnya, dan lain-lain...

"Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau MELEBIHI MEREKA SEMUA.
Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi ISTRI YANG TAKUT AKAN TUHAN DIPUJI-PUJI.
Berilah kepadanya bagian dari hasil tangannya, BIARLAH PERBUATANNYA MEMUJI DIA DI PINTU-PINTU GERBANG." 
--Ams 31:29-31--

Namun ketika "capability" dan "intelligent" diseimbangkan dengan "virtuous", dengan hati yang takut akan Tuhan, ia akan menjadi seorang wanita yang luar biasa! :)

Bahkan dikatakan, "biarlah perbuatannya memuji dia di pintu-pintu gerbang." Di masa itu, tetua-tetua suatu bangsa sering berkumpul di pintu-pintu gerbang, makanya ada tulisan, "suaminya dikenal di pintu gerbang, kalau ia duduk bersama-sama para tua-tua negeri" (Ams 31:23).

Ia bukan hanya menjadikan nama suaminya menjadi baik di mata umum, ia pun akan dipuji-puji dan suaminya akan begitu membanggakannya. Sehingga akan muncullah pujian yang dikeluarkan di kalimat-kalimat selanjutnya dalam ayat ini...




"Who is he who can find her?"
Di dalam hidupku, inilah yang menjadi kerinduanku. Suatu hari, seseorang yang akan menjadi pasanganku akan berkata, "Terima kasih, Tuhan, telah memberikan wanita ini untuk menjadi penolongku." :)





"Isteri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya." -Ams 12:4

"Tetapi isteri yang berakal budi adalah karunia Tuhan." -Ams 19:14b



Dan bukan hanya itu, bayangkan jika Tuhan sendiri yang berkata, "Betapa berharga dan luar biasanya PutriKU ini, AKU tidak akan membiarkannya bersama dengan seorang pria yang sembarangan!" 

Wanita dalam Amsal 31 dikatakan sedemikian berharganya. Mari kita lihat seberapa berharganya, sambil belajar bahasa Inggris lagi :P

Precious
Menurut Oxford Dictionaries, Precious diartikan sebagai berikut : 
1. Of great value; not to be wasted or treated carelessly = sesuatu yang memiliki nilai yang sangat besar, bukan untuk disia-siakan atau diperlakukan dengan sembarangan
2. Greatly loved or treasured by someone = sangat dicintai atau dihargai oleh seseorang
Itu berarti ketika seseorang atau sesuatu dikatakan Precious, setinggi dan sebesar itulah nilainya. Dan kita tahu, batu permata itu memiliki harga yang sangatlah mahal.

Value
Menurut Oxford Dictionaries, Value diartikan sebagai :  
1. The regard that something is held to deserve = seberapa tinggikah seseorang itu dianggap layak menerima suatu penghargaan
2. The importance or preciousness of something = seberapa penting atau berharganya seseorang

But it looks like a perfect one, huh? :)
Biarlah didikan Tuhan yang memampukan kita menjadi seorang wanita seperti yang Dia mau, dalam hidup kita.




GBU ;)

2012/09/25

Mutiara yang Lebih Besar


Mutiara begitu unik, karena setiap mutiara memiliki bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Ada mutiara yang terbentuk lebih besar, cemerlang dengan kualitas yang lebih baik daripada mutiara lainnya. Dan revelation ini aku peroleh saat Mentor-ku mendoakan sesuatu mengenai aku... :)

Tiram di dasar laut ini telah semakin terbiasa dengan pasir-pasir yang masuk dan menumpuk di dalamnya. Dengan cepat zat Nacre akan keluar dan membungkus pasir-pasir itu sehingga terus membentuk mutiara yang sedang terbentuk di dalamnya. Ia mulai bisa nyaman dan tenang menjalani kehidupannya sebagai sebuah tiram. Namun tiba-tiba ombak yang sangat besar menerpa dan membawa pasir yang begitu banyak dan besar sekaligus masuk ke dalam cangkangnya.

Pasir-pasir yang besar dan banyak ini menimbulkan luka baru lagi bagi tiram, bahkan lebih menyakitkan karena sangatlah tidak mudah membungkus semuanya sekaligus. Tetapi hal ini tidak membuat tiram itu berhenti, ia berusaha bertahan dan mengeluarkan lebih banyak zat Nacre dari dalam tubuhnya dan membungkus pasir-pasir itu. Ia terus berjuang untuk bertahan hingga akhirnya pasir-pasir itu berhasil terbungkus.

Hasilnya, dari dalam tubuh tiram itu terbentuk sebuah mutiara yang indah. Namun, mutiara yang ini lebih besar dan memiliki kualitas yang lebih tinggi. Mutiara yang unik dan begitu berharga dihasilkan melalui perjuangan tiram untuk tetap bertahan ketika zat Nacre membungkus pasir-pasir yang besar dan banyak itu.
--------------------------------

Pernahkah di dalam hidupmu, kamu merasakan masa-masa yang begitu berat? Masa-masa yang tidak sampai membuatmu kehilangan kepercayaan kepada Tuhan, tetapi cukup untuk membuatmu berkata, "Aku tidak kuat lagi..." :)

Masa-masa itu bisa dikatakan seperti masa ketika ombak yang besar itu membawa masuk ke dalam tubuh tiram pasir-pasir yang besar dan banyak. Sangat menyakitkan dan begitu sulit untuk bertahan, karena terlalu banyak zat Nacre yang diperlukan untuk membungkus pasir-pasir itu. Namun, di saat itulah tiram akan tetap bertahan.

Seperti seekor burung rajawali, ada masa di dalam hidupnya ketika ia akan mengganti bulu-bulunya yang telah lama. Saat itu, bulu-bulunya akan rontok dari tubuhnya dan itu adalah masa yang sangat kritis di dalam hidupnya. Ia tidak bisa melakukan apa-apa, tidak bisa terbang dan lain-lain. Namun jika ia mampu bertahan di masa itu, bulu-bulunya yang baru akan kembali bertumbuh dan bahkan membuatnya terbang semakin kuat.

Demikianlah di dalam hidup kita, ketika Tuhan mengijinkan badai masalah datang, seakan Ia membawa kita ke padang gurun yang begitu tandus dan sunyi. Saat ia membawa kita, mendidik kita sedemikian rupa. Saat itu terasa begitu sulit dan menyakitkan bagi kita. Namun jangan lupa, seperti zat Nacre yang membungkus pasir itu, AnugerahNya, kasihNya, kekuatan yang datang dari padaNya, yang menguatkan kita. Hingga akhirnya semua yang terjadi di dalam hidup kita itu selesai dan membentuk karakter dan kekuatan kita lebih lagi.

Seperti mutiara yang terbentuk lebih indah, lebih besar dan memiliki kualitas di atas mutiara lainnya, demikianlah saat itu seperti masa percepatan. Kita dipaksa mengalami berkali-kali lipat lebih berat daripada yang biasanya kita alami. Di masa itu, kita mengerti arti dari kita memerlukan Anugrah dan jaminan Tuhan untuk kita dapat tetap bertahan dan percaya akan setiap hal yang Tuhan telah janjikan dan sediakan bagi kita.

Ketika masa itu selesai, itulah yang akan menjadikan kita semakin indah... :)

Menjadi mutiara yang lebih besar dan lebih baik kualitasnya, memiliki karakter yang semakin kuat dan indah di dalam pengharapan kita kepada Tuhan.
GBU ;)


2012/09/20

Ulat --> Kupu-Kupu

Ketika Tuhan membawa kita berjalan bersamaNya, saat itulah ada hal-hal yang ajaib yang Ia sediakan bagi kita. Namun seringkali hal-hal ajaib itu tidak akan langsung kita peroleh. Aku selalu mengingat apa yang dikatakan oleh Mentor-ku, bahwa Tuhan sangat menyukai proses. Dia tidak suka yang karbitan atau langsung jadi, sebab itu seringkali tidak mendidik kita.

Demikian juga, pagi ini, di ibadah di gerejaku aku diingatkan hal yang sama. Ketika kita tidak lagi menjadi sekedar Pengikut, tetapi Murid, saat itulah Tuhan melatih diri dan mental kita untuk menjadi seorang murid, yang hatinya berprioritas pada pembentukan, proses, disiplin dan mau belajar. Dan semua proses itu ada untuk membentuk sesuatu dalam diri kita, proses, karakter, dan lain-lain.

Seperti proses ulat menjadi kupu-kupu adalah proses yang tidak sebentar, membutuhkan waktu untuk pada akhirnya seekor ulat yang terlihat menjijikkan, menakutkan dan lain-lain menjadi seekor kupu-kupu yang indah. Demikianlah proses perubahan watak dan karakter seseorang di tangan Tuhan. :)

Untuk tahu secara men-detail dari proses itu, bisa lihat di website ini :)
http://www.berbagaihal.com/2011/11/proses-metamorfosis-ulat-menjadi-kupu.html

Ketika tiba waktunya untuk ulat itu memasuki masa-masa transformasinya, ia sadar dan ia sendiri yang membungkus dirinya menjadi kepompong. Di dalam kepompong itu, ia tidak siap-siap membuat sendiri pintu untuk ia keluar nantinya.

Ini berbicara mengenai menikmati proses itu. Seberapa sering kita ketika sedang diproses Tuhan, otak kita mikirinnya hanya "Kapan semua proses ini akan berhasil?", "Gimana caranya keluar dari proses ini?", "Kenapa proses ini terasa sangat sakit?", dan lain-lain. Padahal sesungguhnya bukan itulah yang menjadi tujuan dari proses kita, bukan apa yang akan kita peroleh, apa hadiahnya---tetapi akan jadi seperti apakah kita ketika semuanya selesai.

Di sebuah link yang aku baca, dikatakan bahwa di dalam kepompong, ulat mulai melepaskan enzim yang akan mencerna hampir semua bagian tubuhnya sendiri. Sehingga, yang tersisa di dalam kepompong hanya berupa semacam cairan yang sangat kaya akan nutrisi yang berguna untuk perkembangan menjadi kupu-kupu.

Ini berbicara ketika kita berada dalam masa-masa proses itu, kita membiarkan semua hal yang menekan kita mengeluarkan yang terbaik dari dalam diri kita~dengan anugrah Tuhan. Membiarkan Allah sendiri yang menghabiskan semua yang ada di dalam diri kita, apapun itu, kesombongan, kedagingan, keinginan-keinginan, nafsu, dan lain-lain. Menghabiskan semuanya hingga hanya ada anugrah dan kasih setiaNya di dalam hidup kita yang membuat kita bisa tetap bertahan menghadapi proses itu.

Hingga pada akhirnya kepompong itu membentuk seekor kupu-kupu di dalamnya, maka akan keluarlah cairan yang membuat ada bagian dalam kepompong itu yang meleleh. Itulah yang membentuk lubang, menjadi pintu di kepompong itu untuk kupu-kupu keluar dari dalamnya. Aku juga membayangkan, cairan ini akan membentuk lubang yang sama besarnya ngga yah di antara kepompong-kepompong lainnya. Kurasa tidak, tetapi tergantung dan itu menentukan seberapa besarnya lubang yang akan tercipta untuk keluarnya kupu-kupu dari kepompong.

Ketika kita memasuki masa proses dalam hidup kita, kita berharap pintu keluar yang tersedia besar atau kecil? Pasti besar... Kan Allah kita Maha Kuasa.. :D Tapi coba kita perhatikan bagian ini.

Kupu-kupu tidak dapat langsung keluar begitu saja. Untuk kupu-kupu ini dapat keluar dari dalamnya. Ia harus mencoba melewati lubang kecil itu, mendorong tubuhnya sedemikian rupa menggunakan sayap-sayapnya sehingga pada akhirnya ia dapat keluar dari sana. Semakin kecil lubang yang ada, dibutuhkan kekuatan yang semakin besar untuk dapat keluar. Dan oleh karena itu, dibutuhkan otot-otot sayap yang semakin kuat. Itu berarti semakin kecil lubangnya, semakin membentuk kekuatan.

Jika pintu keluar itu terasa begitu kecil, terasa begitu sulit untuk menyelesaikan proses kita.. Itu berarti Tuhan hendak membentuk kita untuk sesuatu yang spesial, sesuatu yang ajaib. Kalau begitu, masih mau pintu keluar yang besar? :D

Sebenarnya besar atau kecilnya pintu keluar itu berbeda-beda bagi setiap orang. Satu hal yang pasti.. Pernah tidak, di dalam hidupmu, kamu melewati satu masa ketika kamu tinggal tergeletak dan bahkan sudah tidak mampu berkata-kata lagi. Hanya ada kata-kata, "Tidak kuat lagi, Tuhan..." Pernah tidak? Di dalam hidupku, Tuhan sepertinya senang banget menekanku sedemikian rupa, memepetku sampe rasanya sudah benar-benar di ujung tanduk, namun Dia tidak pernah sampe kelewat batas. 

Tuhan tahu batas kekuatan setiap kita dan Dia menekan kita sedemikian rupa sampe kita benar-benar menyerah di hadapanNya. Ibaratnya, kalau orang berkata, "Aku berlutut di hadapanMu" kita bukan berlutut lagi, tapi "tiarap", "tengkurap", "rebah" di tanah. Bukan karena kita kalah, tetapi karena kita tahu, hanya Dia yang mampu dan kita menyerah di hadapanNya, mengakui bahwa hanya Dia yang mampu.

Nah, terkadang ada masa di hidup kita yang perlu sampai seperti itu. Kalau udah seperti itu, tiba-tiba pertolonganNya turun atas hidup kita. Dan apakah yang terjadi? Jika kita tetap memiliki respon yang benar, kita akan menjadi kupu-kupu yang indah ini. Ada yang terbentuk, ada yang memancar keluar dari hidup kita, ada yang berubah di hidup kita.

Semua karakter buruk, keangkuhan, kesombongan, kedagingan kita telah diubahkan.

Kupu-kupu itu akan jadi seperti apa ya? Apakah 100% berubah? Seperti contohnya, saat jadi ulat berwarna hitam, waktu keluar jadi putih. Apakah seperti itu? Ternyata tidak! :)
Meski ulat itu berwarna hitam, sebenarnya ada garis-garis yang kadang terlihat, kadang tidak, seperti garis berwarna kuning, hijau, oranye, dll. Nah jadi seperti itulah kupu-kupu itu. Tetap ada warna hitamnya, tetapi didominasi oleh warna kuning, hijau, oranye, dll itu.


Bagaikan mutiara yang berasa dari pasir yang terbungkus Nacre di dalam tiram. Di dalam mutiara itu adalah pasir, tetapi telah terbungkus dan menjadi indah. Bagaikan emas yang keluar dari proses tempaan, semua hal yang tidak termasuk dalam emas murni itu dibuang, termasuk perak. Sehingga yang keluar adalah emas yang benar-benar murni.

Demikianlah karakter itu berubah. Bukan berarti karakter lama kita langsung hilang begitu saja. Tetap ada, tetapi kita yang sekarang adalah seseorang yang baru. Karakter dan masa lalu kita yang hitam itu telah ditutupi oleh Anugrah dan kemampuan yang dari Tuhan, sehingga tidak ada lagi diri kita yang lama.

Karakter lama itu sebenarnya tetap ada, tetapi telah dimatikan. Oleh sebab itu, harus aku katakan, kita harus berjaga-jaga senantiasa, harus tetap tinggal di dalam setiap jalan yang Tuhan sediakan bagi kita. Sebab sesungguhnya kita ini sangat buruk, sangat jelek, hanya di dalam Dia lah ulat yang menjijikkan bisa menjadi kupu-kupu yang indah, pasir yang tidak berharga dan kotor bisa menjadi mutiara yang begitu indah, mahal dan berharga, dan murni bagai emas tempaan.

Di dalam proses dalam hidupmu, janganlah menyerah. Tetaplah tinggal di dalam Dia, yang bisa menjaga keindahanmu tetap bersinar. ;)
GBU



2012/09/10

Releasing You


Releasing you...
It reminds me that God is the initiator
He's the One who started it all
And only Him who can bring it into completion
Perfectly in His time...

Releasing you...
Doesn't mean that I'm give up on you
Doesn't mean that I'm letting go
But it means I realize that
This dreams come from Him

I realize that this is His plan, not mine
And He will be responsible to what He has started
Trust in His plan and wait upon Him...
And that is how my soul found its rest..
In releasing you and trust Him for our future...